Apa itu Vaksin Pertusis dan Bagaimana Penggunaannya?


Vaksin pertusis digunakan untuk usia balita mulai usia 2 bulan. Vaksin ini biasanya dikombinasikan dengan difteri dan tetanus, dan biasanya diberikan sebagai imunisasi DPT. Pemberian imunisasi ini sangat penting untuk balita dan untuk beberapa kondisi tertentu.

Apa itu vaksin pertusis dan bagaimana penggunaannya? Simak terus artikel berikut ini!

Mengenal Vaksin pertusis

Vaksin ini dapat mencegah penyakit pertusis atau biasa disebut batuk rejan yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bordetella Pertussis yang diperkirakan telah mengakibatkan kematian lebih dari 1,3 juta jiwa.

Hingga tahun 2017 penggunaan vaksin ini telah mencapai 90% populasi. Awalnya, vaksin pertusis ini digunakan sejak 1940-an, kemudian terus mengalami perkembangan dengan penggunaan vaksin yang lebih efisien. Sebelumnya digunakan dengan metode whole cell, dan metode yang lebih efektif adalah dengan aseluler.

Metode whole cell ini memberikan efek samping yang lebih berat daripada metode aseluler. Karena tubuh harus bisa menerima bakteri B. Pertussis secara penuh, sedangkan metode aseluler hanya menggunakan antigen dari bagian bakteri B. Pertussis yang telah dipurifikasi.

Di tahun 1974 vaksin ini mulai dikombinasikan dengan vaksin difteri dan tetanus. Kombinasi vaksin tersebut memberikan efektifitas yang lebih baik, karena bisa mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.

Difteri sendiri adalah penyakit yang menyebabkan gangguan dalam sistem pernapasan, terutama di bagian tenggorokan. Pertusis juga penyakit dalam sistem pernapasan yang memberikan gejala seperti batuk, pilek, dan sangat berbahaya untuk bayi. Sedangkan tetanus adalah penyakit saraf akibat racun dari infeksi bakteri yang masuk melalui luka.

Pemberian vaksin DPT ini akan memberikan kekebalan tubuh dari serangan tiga penyakit tersebut sekaligus. Khususnya untuk bayi yang masih memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

Pemberian Vaksin DPT

Imunisasi DPT ini sudah menjadi anjuran pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Pemberian imunisasi ini juga masuk dalam program imunisasi dasar dan lanjutan yang harus diberikan kepada anak.

Pemberiannya untuk usia anak dibawah satu tahun yang disebut sebagai imunisasi dasar. Imunisasi dasar ini diberikan sebanyak 3 kali, mulai dari usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan secara teratur.

Imunisasi lanjutan dari vaksin DPT ini akan diberikan untuk anak pada usia 18 bulan dan usia 5 tahun.

Selain sebagai imunisasi dasar dan lanjutan, ada kalanya vaksin DPT diberikan pada kondisi-kondisi tertentu. Berikut beberapa kondisi yang membutuhkan vaksin DPT:

  • Diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi DPT.
  • Wanita hamil yang belum mendapat vaksin DPT juga rawan terkena infeksi difteri, pertusis, dan tetanus. Oleh karenanya perlu dilakukan imunisasi DPT terhadap ibu hamil.
  • Para pelancong yang masuk ke daerah dengan kasus DPT yang tinggi.
  • Para petugas kesehatan yang menghadapi kasus DPT.
  • Pengasuh anak yang mengurusi bayi. 
  • Wanita hamil dengan usia kandungan antara minggu ke-26 sampai minggu ke-36. Pada usia ini bayi yang berada dalam kandungan juga berisiko terkena vaksin DPT. Pemberian vaksin ini tetap dilakukan, meski si ibu hamil sudah mendapatkan vaksin DPT sebelumnya.

Pemberian vaksin DPT ini sudah menjadi program pemerintah, sehingga biasanya sudah ada jadwal rutin yang dilakukan dari Kementerian Kesehatan RI. Atau Anda bisa memberikan imunisasi tersebut dengan mendatangi dokter atau tenaga medis profesional yang berada di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Efek Samping Vaksin DPT

Terjadi efek samping dari pemberian vaksin DPT ini. Namun tidak perlu khawatir, karena efek samping yang diterima tentunya jauh lebih ringan daripada manfaat yang didapatkan.

Efek samping tersebut berupa demam, bengkak pada bagian yang disuntik, lemas, dan tidak nafsu makan. Bila terjadi efek samping yang parah, segera menghubungi dokter, karena bisa jadi ada interaksi obat, sehingga membutuhkan penanganan lebih intens dari tenaga medis.

Itulah vaksin pertusis yang wajib diberikan sebagai imunisasi dasar dan lanjutan, agar menghindarkan anak-anak dari tiga penyakit berbahaya. Bagi Anda yang berada di `, temui tenaga medis profesional vaksin Bandung yang kredibel dan simak terus ulasannya di Halodoc.com, solusi kesehatan terlengkap di Indonesia.

Tidak ada komentar untuk " Apa itu Vaksin Pertusis dan Bagaimana Penggunaannya?"